Gamilah Giddan Oleh: Muhammad Daud Farma, Lc Indonesia hari ini isinya selalu tentang nikah. Pergi ke kantor dapat undangan nikah dari kawan kantor yang baru aja kerja dua bulan lalu, mampir shalat di masjid ada yang sedang melangsungkan akad nikah sehingga aku shalat di pojokan, ke pasar ada emak-emak belanja untuk bekal pesta nikah, belanja online banyak yang menawarkan gaun pengantin dan jual emas untuk mahar nikah, ke tempat wisata ada pula yang lagi foto prewed yang bentar lagi juga bakal menikah, ke Kafe niat nongkrong bersama teman yang telah pada menikah dan mereka bercerita bagaimana nikmatnya punya pasangan setelah menikah, terus aku ini kapan pula menikah? Selalu pun kalian aja kutengok yang nikah, udah sering kali aku ya menghadiri orang nikah! Kalau ditanya kapan aku nikah, aku sudah mainstrim dengan pertanyaaan itu! Aku maunya ditanya berapa mahar calon istrimu? Walaupun memang belum punya sama sekali, setidaknya kan aku lebih lega dan terhibur aja dengan...
*Penulis yang Sukut-Sukut Berkarya*
Saya yakin, di sana pasti ada banyak Penulis yang sedang sukut (Diam). Sukut-Sukut, tapi berbakat! Tanpa harus teriak-teriak, apalagi promosi.
Saya yakin, sekarang ini mereka pasti sedang merampungkan naskahnya dan setelah naskah itu selesai, ia pun mengirimkannya ke Penerbit. Hingga bukunya terpampang exist di gramedia. Barulah saatnya mereka yang (Sukut-Sukut berkarya) tadi, akan promosi. Ini sudah ada terjadi, namun sangat jarang sekali.
Saya ngeri dengan kalian (Penulis yang Sukut-Sukut Mumpuni), yang sekarang sedang berkarya. Saya takjub pada kalian duhai Pesastra Dunie, sekali berkarye langsung dapet name.
#Salam Sastra duhai Penulis Sukut-Sukut berkarya..
Salam Literasi dan inspirasi.
Hehehe...
Komentar
Posting Komentar