Gamilah Giddan Oleh: Muhammad Daud Farma, Lc Indonesia hari ini isinya selalu tentang nikah. Pergi ke kantor dapat undangan nikah dari kawan kantor yang baru aja kerja dua bulan lalu, mampir shalat di masjid ada yang sedang melangsungkan akad nikah sehingga aku shalat di pojokan, ke pasar ada emak-emak belanja untuk bekal pesta nikah, belanja online banyak yang menawarkan gaun pengantin dan jual emas untuk mahar nikah, ke tempat wisata ada pula yang lagi foto prewed yang bentar lagi juga bakal menikah, ke Kafe niat nongkrong bersama teman yang telah pada menikah dan mereka bercerita bagaimana nikmatnya punya pasangan setelah menikah, terus aku ini kapan pula menikah? Selalu pun kalian aja kutengok yang nikah, udah sering kali aku ya menghadiri orang nikah! Kalau ditanya kapan aku nikah, aku sudah mainstrim dengan pertanyaaan itu! Aku maunya ditanya berapa mahar calon istrimu? Walaupun memang belum punya sama sekali, setidaknya kan aku lebih lega dan terhibur aja dengan...
Oleh: Daud Farma "Pergi! Aku tidak mau lagi mendengar alasanmu!" Dengan terpaksa aku pergi meninggalkannya. Walaupun aku sebenarnya tak mampu melangkahkan kakiku. Bagaimana mungkin aku bisa melangkah jauh? Sementara hatiku masih bersamanya? Bagaimana mungkin aku melupakannya? Aku sudah lama menyanyanginya. Bagaimana mungkin aku melukainya? Hatiku masih bersemi dalam dirinya, sungguh aku tidak kuat melukai diriku sendiri. Meninggalkannya sama halnya aku menyiksa diri. Tapi mau tidak mau aku harus menjauh darinya. Walau bagaimana pun aku memaksakan diri mengemis minta maaf, dia sudah tak mau lagi padaku meski dia tahu hatiku di genggamannya dan aku masih mencintainya. *** Jauh melangkah banyak dilihat, panjang umur banyak dirasa, segumpal hati berbagai perasaan, satu cerita berbagai pristiwa, adakah di sana satu pria yang setia padaku? "Putus!" "Nggak mau." "Putus!" "Nggak mau!" "Ya sudah aku tak menganggap...