Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Unggulan

Gamilah Giddan

Gamilah Giddan Oleh: Muhammad Daud Farma, Lc Indonesia hari ini isinya selalu  tentang nikah. Pergi ke kantor dapat undangan nikah dari kawan kantor yang baru aja kerja dua bulan lalu, mampir shalat di masjid ada yang sedang melangsungkan akad nikah sehingga aku shalat di pojokan, ke pasar ada emak-emak belanja untuk bekal pesta nikah, belanja online banyak yang menawarkan gaun pengantin dan jual emas untuk mahar nikah, ke tempat wisata ada pula yang lagi foto prewed yang bentar lagi juga bakal menikah, ke Kafe niat nongkrong bersama teman yang telah pada menikah dan mereka bercerita bagaimana nikmatnya punya pasangan setelah menikah, terus aku ini kapan pula menikah? Selalu pun kalian aja kutengok yang nikah, udah sering kali aku ya menghadiri orang nikah! Kalau ditanya kapan aku nikah, aku sudah mainstrim dengan pertanyaaan itu! Aku maunya ditanya berapa mahar calon istrimu? Walaupun memang belum punya sama sekali, setidaknya kan aku lebih lega dan terhibur aja dengan...

Pentingnya Suara Adzan

Suara adzan lah yang memanggilku untuk sholat pertama kalinya di masjid ini, masjid As-Shafa. Sering aku melewatinya, tapi bukan pada saat adzan dikumandangkan. Itulah kenapa setelah dua tahun kemudian baru bisa masuk masjid ini, bukan tidak memperhatikan lingkungan sekitar, sebab memang dibuka pada waktu shalat saja. Selain daripada itu di mana harus mengejar pelajaran yang waktunya telah ditentukan, takut terlambat hingga tidak sempat lagi melihat kiri-kanan apalagi mencari yang berada jauh dari jalan yang sedang ditapaki. Awalnya aku tidak lah tahu di kampung ini (Ahmad Sulthan) ada masjid sebagus masjid As-Shafa, karena ia tertupi bangunan rumah-rumah yang lain, terhalang tiga gang. Ketika aku mendengar suara adzan, rasa-rasanya suara itu tidaklah begitu jauh dariku. Aku pun mencari dan mendekati, tampaklah ia berdiri gagah! Saat aku masuk ke dalamnya, humm, bukan main indahnya! Walaupun memang di dalamnya tidaklah beda dengan masjid lainnya-yang terdiri dari sajadah dan mimbar k...

Tenggelmnya Kapal Van Der Wijck

Tidak Beruntung  Daud Farma "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck" Eropa boleh punya Romeo dan Juliet, dari Afrika ada Laila dan Majnun, dan dari Asia juga tidak kalah, ada; Zainudin dan Hayati. Tepatnya dari Indonesia pulau Sumatera Barat. Romeo dan Juliet memang kisah cinta yang menyedihkan, diakhiri dengan kematian. Tapi yang tak kalah menyentuh jiwa adalah kisah cinta yang dilalui dengan kesucian, seperti karya Buya Hamka. Cinta Zainudin pada Hayati begitu besar! Tapi penulis memberitahu agar makhluk tidak kalah dengan cinta pada sang Khaliq, Allah Swt. Qois dan Laila, Zainudin dan Hayati, adalah kisah cinta yang bernasib tidak beruntung. Saling mencintai namun tak bersemi. Penuh dengan cobaan, dan mereka tidak mampu menaklukkannya. Kenapa? Karena "takdir" berkata lain. Novel ini ditulis dengan tutur bahasa yang indah, dengan gaya uslub khas Minang Kabau, khas melayu. Kehalusan bahasanya berasa berada di era tahun tiga puluhan, nampak betul orang du...