Gamilah Giddan Oleh: Muhammad Daud Farma, Lc Indonesia hari ini isinya selalu tentang nikah. Pergi ke kantor dapat undangan nikah dari kawan kantor yang baru aja kerja dua bulan lalu, mampir shalat di masjid ada yang sedang melangsungkan akad nikah sehingga aku shalat di pojokan, ke pasar ada emak-emak belanja untuk bekal pesta nikah, belanja online banyak yang menawarkan gaun pengantin dan jual emas untuk mahar nikah, ke tempat wisata ada pula yang lagi foto prewed yang bentar lagi juga bakal menikah, ke Kafe niat nongkrong bersama teman yang telah pada menikah dan mereka bercerita bagaimana nikmatnya punya pasangan setelah menikah, terus aku ini kapan pula menikah? Selalu pun kalian aja kutengok yang nikah, udah sering kali aku ya menghadiri orang nikah! Kalau ditanya kapan aku nikah, aku sudah mainstrim dengan pertanyaaan itu! Aku maunya ditanya berapa mahar calon istrimu? Walaupun memang belum punya sama sekali, setidaknya kan aku lebih lega dan terhibur aja dengan...
Oh Pondokku (Empat) Oleh: Daud Farma. Hari senin aku tiba di rumah. Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan hari Minggunya aku diantarkan sekaligus langsung didaftarkan ayahku masuk pesantren. Periuk, kompor, piring, sendok, mangkuk, beras, ikan tri, ember, minyak lampu, tomat, cabai, minyak goreng, sudah masuk ke dalam becak dalam goni pelastik. Adapun pakaianku sudah disusun rapi oleh ibuku di dalam peti. "Nakku!" Ya itu suara Ibu memanggil namaku, aku lun keluar dari dalam kamarku. Pangggilan ibu yang sudah melekat dalam jiwaku, sudah tak asing lagi di telingaku, suara beliau yang begitu akrab di hatiku. "We, Mek?" Ya ibuk? "Siap-siap gat, jak akhi khoh becak bambekhumu ge, pekhikse tule bakhang-bakhangmu, ulang lot tading na!" Ayo siap-siap! Bentar lagi becak bambkhumu tadi datang, periksa lagi barang-barangmu, jangan sampai ketiggalan ya! "We, Mek." ya ibuk. Sore tadi adalah sore terakhirku bersama teman-temanku mandi di su...