Gamilah Giddan Oleh: Muhammad Daud Farma, Lc Indonesia hari ini isinya selalu tentang nikah. Pergi ke kantor dapat undangan nikah dari kawan kantor yang baru aja kerja dua bulan lalu, mampir shalat di masjid ada yang sedang melangsungkan akad nikah sehingga aku shalat di pojokan, ke pasar ada emak-emak belanja untuk bekal pesta nikah, belanja online banyak yang menawarkan gaun pengantin dan jual emas untuk mahar nikah, ke tempat wisata ada pula yang lagi foto prewed yang bentar lagi juga bakal menikah, ke Kafe niat nongkrong bersama teman yang telah pada menikah dan mereka bercerita bagaimana nikmatnya punya pasangan setelah menikah, terus aku ini kapan pula menikah? Selalu pun kalian aja kutengok yang nikah, udah sering kali aku ya menghadiri orang nikah! Kalau ditanya kapan aku nikah, aku sudah mainstrim dengan pertanyaaan itu! Aku maunya ditanya berapa mahar calon istrimu? Walaupun memang belum punya sama sekali, setidaknya kan aku lebih lega dan terhibur aja dengan...
Sejak Sekolah Dasar (SD), senang sekali mendengar lagu daerah yang disiarkan radio Kuta Cane Aceh Tenggara. Dulu aku punya radio berukuran kecil yang bisa aku genggam dan aku masukan ke dalam saku kemejaku. Setiap pergi mengangon lembu-lembuku yang jumlahnya dua puluh tiga ekor kala itu, aku tidak pernah lupa membawa radio yang sebenarnya milik Bangah-ku, abangku nomor dua. Alasan kenapa radio itu bisa jadi milikku adalah karena ia sudah punya guitar. Dia punya hiburan yang bisa ia mainkan kapanpun dia mau. Tak jarang dia membawa temannya dan tidur di kamar kami yang muat untuk lima orang. Kamar itu memang sengaja dibuat ayah untuk muat lima orang 'kalau-kalau ada teman anaknya yang menginap'. Anaknya sendiri hanya empat laki-laki. Suatu hari ketika aku menggembala di padang rumput yang luas bersama teman-temanku, kami berteduh di dahan-dahan pohon yang rindang. Aku pun tidur siang untuk melepas lelah. Lembu-lembu kami masih makan dengan lahap. Begitu aku ...