Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

Unggulan

Gamilah Giddan

Gamilah Giddan Oleh: Muhammad Daud Farma, Lc Indonesia hari ini isinya selalu  tentang nikah. Pergi ke kantor dapat undangan nikah dari kawan kantor yang baru aja kerja dua bulan lalu, mampir shalat di masjid ada yang sedang melangsungkan akad nikah sehingga aku shalat di pojokan, ke pasar ada emak-emak belanja untuk bekal pesta nikah, belanja online banyak yang menawarkan gaun pengantin dan jual emas untuk mahar nikah, ke tempat wisata ada pula yang lagi foto prewed yang bentar lagi juga bakal menikah, ke Kafe niat nongkrong bersama teman yang telah pada menikah dan mereka bercerita bagaimana nikmatnya punya pasangan setelah menikah, terus aku ini kapan pula menikah? Selalu pun kalian aja kutengok yang nikah, udah sering kali aku ya menghadiri orang nikah! Kalau ditanya kapan aku nikah, aku sudah mainstrim dengan pertanyaaan itu! Aku maunya ditanya berapa mahar calon istrimu? Walaupun memang belum punya sama sekali, setidaknya kan aku lebih lega dan terhibur aja dengan...

Novel Thawiyyah

Begitulah tulisan, pasti ada hati yang serasi ia temani. Bukan aku yang mengaku tulisanku bagus, melainkan pembacalah yang mengatakannnya lewat kolom komentar atau lewat pesan pribadi kepadaku. Aku pun tidak pernah percaya bahwa yang aku tulis adalah bagus. Tentunya semua orang kalau menulis  sesuatu, harapannya adalah bagus di hati pembacanya. Ketika telah lebih dari seratus orang yang  mengatakannya padaku, barulah aku percaya dan, "syukurlah kalau Anda suka, syukurlah kalau Anda senang, terima kasih telah membacanya", ucapku pada mereka, di beberapa waktu lalu, lewat media sosial ataupun saat bertemu. Tulisanku yang pertama kali dibilang bagus ialah sewaktu di pondok dulu. Ketika itu aku menuliskan tentang kami yang satu angkatan kelas akhir KMI dikumpulkan di rumah buya, kutulis dalam buku harianku, lalu buku itu berpindah-pindah tangan dan hilang. Kemudian sewaktu berangkat ke Al-Azhar, ketika itu aku tidak diizinkan masuk pesawat. Boarding pass-ku dibawa pergi oleh seor...

Kata Mereka Tentang Thawiyyah

"Tha dan wiyah, ya dua insan yang saling mencintai. Cinta yang murni tapi penuh keraguan di dalamnya. Cinta yang tulus tapi penuh dengan likunya. Cinta yang bukan hanya menceritakan dua orang saja, tapi juga mengikat keluarga dan keputusan semesta. Pertanyaan "Apakah mereka benar-benar berjodoh?" terus memutar di kepala. Tulisan ini saya baca tahun 2018 lalu. Sepertinya penulis menambahkan banyak penyedap rasa sehingga saya begitu candu untuk terus mengikuti alur ceritanya . Setiap kata mampu menghipnotis pembaca. Ya sekarang saya sadar saya telah dihipnotis (detik ini juga saya kepikiran untuk nuntut penulis), hingga turut merasakan setiap emosi para tokoh. Saat tokoh saling mengutarakan cinta, saya merasa berbunga-bunga. Saat mereka rindu, saya juga merasakan rindu yang amat. Saat mereka bimbang, saya juga turut di ambang. Saat salah satunya terkesan berkhianat, saya juga merasakan sakit yang teramat. Tha, sosok lelaki yang cukup keras kepala, plin-plan, namun bertangg...