Gamilah Giddan Oleh: Muhammad Daud Farma, Lc Indonesia hari ini isinya selalu tentang nikah. Pergi ke kantor dapat undangan nikah dari kawan kantor yang baru aja kerja dua bulan lalu, mampir shalat di masjid ada yang sedang melangsungkan akad nikah sehingga aku shalat di pojokan, ke pasar ada emak-emak belanja untuk bekal pesta nikah, belanja online banyak yang menawarkan gaun pengantin dan jual emas untuk mahar nikah, ke tempat wisata ada pula yang lagi foto prewed yang bentar lagi juga bakal menikah, ke Kafe niat nongkrong bersama teman yang telah pada menikah dan mereka bercerita bagaimana nikmatnya punya pasangan setelah menikah, terus aku ini kapan pula menikah? Selalu pun kalian aja kutengok yang nikah, udah sering kali aku ya menghadiri orang nikah! Kalau ditanya kapan aku nikah, aku sudah mainstrim dengan pertanyaaan itu! Aku maunya ditanya berapa mahar calon istrimu? Walaupun memang belum punya sama sekali, setidaknya kan aku lebih lega dan terhibur aja dengan...
Foto bareng setelah ujian Peraktek Jaringan LAN. SEMBILAN (adalah angka yang ditakdirkan Tuhan). Oleh: Daud Farma. Dulu jumlah kami banyak! SMP lebih kurangnya 30. Bertahan 2 laki-laki 3 prempuan. SMK kelas 1 juga ada 30. Bertahan 5 laki-laki 4 perempuan. Dekat2 UN datang kawan tak terduga, setelah UN dia pun pamit dan tak pernah lagi datang ke pondok. Lama ataupun sebentar kita tetaplah berteman kawan. Namun yang bertahan sampai khataman, mereka lah paling mengesankan. Sebenarnya kalau mengikuti persis seperti nama marhalah Gontor, nama marhalah kami adalah Dynamic. Namun karena di waktu kami kelas enam Kuliyatul Mu'allimin Al-Islamiah (KMI) guru pengabdiannya adalah marhalah Pioneer 2012, jadi wali kelas kami, al-Ustadz Muhammad Nur Murdan, S.Th.I., memberi nama marhalah kami Pioneer, yang warnanya ungu. Tetapi ketika masa pengabdian tetap satu pengabdian dengan Dynamic 2013-nya Gontor yang warnanya merah itu. Jadinya berasa senior ngabdi ba...