Gamilah Giddan Oleh: Muhammad Daud Farma, Lc Indonesia hari ini isinya selalu tentang nikah. Pergi ke kantor dapat undangan nikah dari kawan kantor yang baru aja kerja dua bulan lalu, mampir shalat di masjid ada yang sedang melangsungkan akad nikah sehingga aku shalat di pojokan, ke pasar ada emak-emak belanja untuk bekal pesta nikah, belanja online banyak yang menawarkan gaun pengantin dan jual emas untuk mahar nikah, ke tempat wisata ada pula yang lagi foto prewed yang bentar lagi juga bakal menikah, ke Kafe niat nongkrong bersama teman yang telah pada menikah dan mereka bercerita bagaimana nikmatnya punya pasangan setelah menikah, terus aku ini kapan pula menikah? Selalu pun kalian aja kutengok yang nikah, udah sering kali aku ya menghadiri orang nikah! Kalau ditanya kapan aku nikah, aku sudah mainstrim dengan pertanyaaan itu! Aku maunya ditanya berapa mahar calon istrimu? Walaupun memang belum punya sama sekali, setidaknya kan aku lebih lega dan terhibur aja dengan...
Istiqamah Darrasah Oleh: Daud Farma. Selalu ada cerita di Darrasah. Pun aku tidak pernah bosan menuliskannya. Karena aku tahu tidak selamanya aku di Darrasah. Suatu saat nanti aku pun akan kembali ke kampung halaman. Meninggal Darrasah yang mungkin untuk selamanya dan aku pasti merindukannya. Barang kali saja tidak pernah kembali lagi nantinya. Tetapi kemana kaki melangkah sepuluh dan dua puluh tahun kedepan hanya Allah lah yang Maha Tahu. Semoga kelak tulisan ini adalah obat rindu pada Darrasah. Aku ingin bercerita tentang dua orang mahasiswa Darrasah. Sebut saja, Imam dan Taqwa namanya dalam cerita ini. Mereka berdua tinggal di Darrasah, depan kampus Al-Azhar. Untuk bisa datang ke rumah mereka, harus kuat menaiki seratus tiga belas anak tangga. Tidak ada lift. Imam sebelumnya tidak lah tinggal di Darrasah, tetapi di Muqattam. Setelah setahun di sana, selesai Darul Lughah: persiapan bahasa, ia pun pindah ke Darrasah. "Aku mau sering ikut talaqqi. Mohon ...