Gamilah Giddan Oleh: Muhammad Daud Farma, Lc Indonesia hari ini isinya selalu tentang nikah. Pergi ke kantor dapat undangan nikah dari kawan kantor yang baru aja kerja dua bulan lalu, mampir shalat di masjid ada yang sedang melangsungkan akad nikah sehingga aku shalat di pojokan, ke pasar ada emak-emak belanja untuk bekal pesta nikah, belanja online banyak yang menawarkan gaun pengantin dan jual emas untuk mahar nikah, ke tempat wisata ada pula yang lagi foto prewed yang bentar lagi juga bakal menikah, ke Kafe niat nongkrong bersama teman yang telah pada menikah dan mereka bercerita bagaimana nikmatnya punya pasangan setelah menikah, terus aku ini kapan pula menikah? Selalu pun kalian aja kutengok yang nikah, udah sering kali aku ya menghadiri orang nikah! Kalau ditanya kapan aku nikah, aku sudah mainstrim dengan pertanyaaan itu! Aku maunya ditanya berapa mahar calon istrimu? Walaupun memang belum punya sama sekali, setidaknya kan aku lebih lega dan terhibur aja dengan...
-=Surga Yang Dirindukan=-
Mungkin orang akan berkata, "Lebai, manja, cemen, mental cewek, mental kerupuk, bukan sifat perantau, anak ketiak mama dan sebagainya".
Biar saja mereka berkata begitu, karena nyatanya mereka adalah salah menilaiku sebagai anak manja, saya tidak manja melainkan merindukan belaian kasih sayang mereka. Ingin berkumpul bersama mereka selamanya.
Rindu kepada mereka bukanlah rindu majazi, melainkan rindu haqiqi.
Beginilah yang dialami oleh orang-orang yang merindukan yang dirindukannya, merindukan orang yang disayanginya dan banyak ragam cara untuk mengobatinya. Seperti yang terlihat didalam gambar, menempel Photo.
Photo orangtua adalah salah satu penyemangat dan motivasi yang bisu. Ketika melihat Photo mereka, nasehat-nasehat mereka seakan hadir kembali...
"Nak, rajinlah kuliah. Jangan pernah absen kuliah".
"Nak, belajar yang rajin, agar cepat tamat dan kita segera bertemu, kami akan merindukanmu nakku".
"Nak, jangan malas-malasan belajarnya, jadilah anak yang pinter, anak yang sholeh dan pulang ke Tanah Air membawa Akhlak dan ilmu".
"Nak, doakan kami agar selalu diberikan kesahatan, panjang umur dan kami juga tidak akan pernah lupa mendoakanmu.".
Meneteskan air mata disaat melihat Photo dan mengingat nasehat mereka. Air mata rindu.
Begitupun semangat, seakan nasehat mereka baru saja terdengar ditelinga dan motivasi pun kembali mengahmpiri disaat menatap photo mereka.
Apalagi di masa-masa menjelang bulan ujian seperti ini, tentunya kita membutuhkan dukungan, do'a, nasehat dan kata-kata pembangkit semangat dari mereka.
Mungkin kita yang sedang jauh dari orangtua adalah merasakan yang sama, dan itu adalah wajar.
Semoga kita yang jauh dari orangtua, rindunya bisa terobati walaupun via telepon dan semoga akan segera bersua bersama kembali. Amin Ya Rabbal'alamin.
*Edisi dinding Kamar menjelang ujian dua bulan lagi.
Good luck for EXAM ...
بالتوفيق والنجاح ...
ربنا يسهل إن شاءالله ...
اللهم لاسهل إلا ماجعلته السهلا وأنت تجعل الصعب إذا شئت سهلا .
يارب...
*Farma
Komentar
Posting Komentar