Gamilah Giddan Oleh: Muhammad Daud Farma, Lc Indonesia hari ini isinya selalu tentang nikah. Pergi ke kantor dapat undangan nikah dari kawan kantor yang baru aja kerja dua bulan lalu, mampir shalat di masjid ada yang sedang melangsungkan akad nikah sehingga aku shalat di pojokan, ke pasar ada emak-emak belanja untuk bekal pesta nikah, belanja online banyak yang menawarkan gaun pengantin dan jual emas untuk mahar nikah, ke tempat wisata ada pula yang lagi foto prewed yang bentar lagi juga bakal menikah, ke Kafe niat nongkrong bersama teman yang telah pada menikah dan mereka bercerita bagaimana nikmatnya punya pasangan setelah menikah, terus aku ini kapan pula menikah? Selalu pun kalian aja kutengok yang nikah, udah sering kali aku ya menghadiri orang nikah! Kalau ditanya kapan aku nikah, aku sudah mainstrim dengan pertanyaaan itu! Aku maunya ditanya berapa mahar calon istrimu? Walaupun memang belum punya sama sekali, setidaknya kan aku lebih lega dan terhibur aja dengan...
*Madileri*
Ada istilah "Majalah Dinding Lemari" (Madileri).
Tanganku seakan gatal kalau tidak menggoreskan kata inspirasi di sana. Semua yang tertulis di sana, secara tidak sadar bisa menghafalnya, sebab setiap kali membukanya pasti melihatnya, setiap kali melihatnya tentu juga membacanya dan akhirnya mengingatnya meskipun secara tidak sengaja menghafalnya.
Lemariku yang isinya buku dan pakaian, bukunya seimbang dengan pakaian yang ada di dalamnya. Kalau ditanya kenapa?? Saya akan menjawab dengan dua jawaban:
Pertama: Saya bukan anak orang kaya, bukan juga Fakir Miskin, naik sedikit di atas miskin, bisa dibilang sederhana atau pas-pasan. (Apa adanya).
Kedua: Karena pakaian yang lain ada di sampingnya, pakaian kotor yang belum dicuci. (Hihihi).
Buku Diary tidak pernah lupa membelinya, ia tidak mau kalah saing dengan jumlah buku tulis yang ada. Kalau ditanya kenapa???
Saya akan menjawab dengan tiga jawaban:
Pertama: Karena saya lebih sering nulis di buku dairy daripada meringkas pelajaran di buku tulis.
Kedua: Saya lebih sering curhat di Dairy daripada menulis insya' di buku tulis. (Hehehe) .
Ketiga: Obat jenuh ialah menulis dan membaca. Menulis adalah hiburan bagi saya. Sehari tidak menulis, terasa ada yang gatal di tangan.
#Darul Amin Pondokku.
#Goreskan Pena, Torehkan Sejarah.
#Salam Literasi.
Komentar
Posting Komentar