Gamilah Giddan Oleh: Muhammad Daud Farma, Lc Indonesia hari ini isinya selalu tentang nikah. Pergi ke kantor dapat undangan nikah dari kawan kantor yang baru aja kerja dua bulan lalu, mampir shalat di masjid ada yang sedang melangsungkan akad nikah sehingga aku shalat di pojokan, ke pasar ada emak-emak belanja untuk bekal pesta nikah, belanja online banyak yang menawarkan gaun pengantin dan jual emas untuk mahar nikah, ke tempat wisata ada pula yang lagi foto prewed yang bentar lagi juga bakal menikah, ke Kafe niat nongkrong bersama teman yang telah pada menikah dan mereka bercerita bagaimana nikmatnya punya pasangan setelah menikah, terus aku ini kapan pula menikah? Selalu pun kalian aja kutengok yang nikah, udah sering kali aku ya menghadiri orang nikah! Kalau ditanya kapan aku nikah, aku sudah mainstrim dengan pertanyaaan itu! Aku maunya ditanya berapa mahar calon istrimu? Walaupun memang belum punya sama sekali, setidaknya kan aku lebih lega dan terhibur aja dengan...
Menulis Buku (?)
============
Menulis buku itu hanya sebentar saja, lalu apanya yang lama? Yang lama itu research-nya. Menulis buku fiksi, sebut sajalah novel. Seharusnya sebelum duduk manis di depan layar kaca (laptop), novelnya itu sudah selesai duluan di kepalamu. Maksudnya? Ya naskahnya sudah selesai duluan di kepala sebelum menuliskannya di mc word. Mulai dari tema, judul, opening, alur cerita, tokoh utama, konflik, ending dan sebagainya. Bukan begitu mau menulis waktu itu juga nyari tokoh utama, mikirin konfliknya bagaimana dan sebagainya. Ya lama dong. Mungkin berbulan-bulan bahkan setahun nggak selesai itu naskah. Maka seharusnya yang dilakukan seorang penulis itu ialah research-nya dahulu.
Maka kita tidak heran ketika Andrea Hirata, penulis Laskar Pelangi mengatakan, "Saya menulis buku Laskar Pelangi hanya tiga minggu saja, karena sudah selesai duluan di sini." Beliau nunjuk kepala beliau sendiri.
Penulis sekarang alat menulisnya sudah cukup memadai, tidak seperti penulis terdahulu yang hanya menggunakan bulu ayam dan J.K Rowling penulis buku Harry Potter yang menggunakan mesin ketik, tentunya memakan waktu yang cukup lama.
Maka menulis pengalaman pribadi adalah latihan menulis bagi penulis pemula. Kenapa tidak? Karena kalau pengalman pribadi kan ceritanya sudah selesai? Hanya tinggal menuliskannya?. Tokoh utamanya kan kamu sendiri?, konfliknya kan kami sendiri yang ngalami? Endingnya kan sudah tau?. Lalu apa susahnya? Berarti seharusnya, menulis cerpen pengalaman pribadi itu bisa selesai dalam dua jam. Apalgi yang ngetiknya cepat? Mungkin hanya satu jam?, selesai sepuluh dan lima belas halaman. Dan ingat, jangan mengedit tulisanmu saat kamu menulis, khawatirnya nggak rampung seharian. Asik nyalahin diri sendiri, tapi editlah setelah selesai menuliskannya.
Penulis-penulis best seller pun mengakui, mereka melakukan research terlebih dahulu sebelum menulis. Waktu research lebih lama daripada menulis. Researc-nya hingga setengah tahun bahkan setahun dan menuliskannya cukup dalam satu bulan saja.
"Penulis muda sekarang ini suka lupa melakukan research, menulisnya 90% dan research-nya hanya 10%. Coba itu dibalik, research-nya 90% dan menulisnya 10%, pasti tidak akan ada alasan untuk lelah menulis." -Andrea Hirata.
Maka, sewajarnya penulis itu menerbitkan satu sampai tiga buku dalam setahun. Atau satu buku satu tahun.
#Begitukirakirahohoho
Kairo, 12 Juni 2016.
Komentar
Posting Komentar