Gamilah Giddan Oleh: Muhammad Daud Farma, Lc Indonesia hari ini isinya selalu tentang nikah. Pergi ke kantor dapat undangan nikah dari kawan kantor yang baru aja kerja dua bulan lalu, mampir shalat di masjid ada yang sedang melangsungkan akad nikah sehingga aku shalat di pojokan, ke pasar ada emak-emak belanja untuk bekal pesta nikah, belanja online banyak yang menawarkan gaun pengantin dan jual emas untuk mahar nikah, ke tempat wisata ada pula yang lagi foto prewed yang bentar lagi juga bakal menikah, ke Kafe niat nongkrong bersama teman yang telah pada menikah dan mereka bercerita bagaimana nikmatnya punya pasangan setelah menikah, terus aku ini kapan pula menikah? Selalu pun kalian aja kutengok yang nikah, udah sering kali aku ya menghadiri orang nikah! Kalau ditanya kapan aku nikah, aku sudah mainstrim dengan pertanyaaan itu! Aku maunya ditanya berapa mahar calon istrimu? Walaupun memang belum punya sama sekali, setidaknya kan aku lebih lega dan terhibur aja dengan...
Menjemput Cinta (novel)
Testimoni:
"Mesir selalu pantas untuk dirindukan. Dialog 'amiyah dalam novel ini membawa suasana."
-Azri Zakkiyah, Novelis muda Indonesia.
"Mesir dan Aceh, kota cinta yang menyimpan segudang kerinduan. Isi novel yang menceritakan bagaimana mencintai cinta dalam diam, diam bukan berarti membisu, karena diamnya "dia" adalah doa pada-Nya."
-Tri Wulan Agustin, Mahasiswi Fatih Sultan Mehmet Vakıf University Turkey, dan Anggota FLP Turkey.
“Novel ini memang novel cinta, tapi ini adalah novel cinta yang mempunyai value bukan novel yang klise, dengan bahasa yang modern dan dapat dibaca oleh semua umur.”
-Muhammad Al-Fazri, Alumni Dayah Perbatasan Darul Amin pada tahun 2014.
"Muhammad Daud Farma adalah seorang sahabat yang aku kenal lewat postingannya di sebuah grup kepenulisan. Saat itu sekitar satu tahun yang lalu. Di postingannya sangat sepi like dan komen. Bisa dibilang hanya aku yang like dan komen. Saat itu memang tulisannya masih acak-acakan. Masih banyak typo dan alur cerita yang membingungkan. Yang membuatku singgah di tulisannya karena ia menceritakan tanah kelahirannya yaitu Kutacane, di mana tempat itu juga pernah aku tinggali semasa kecil dan sangat berkesan.
Mulai dari kita saling sharing tentang kepenulisan. Ia memiliki banyak sekali ide menulis, namun hasil tulisannya masih banyak kekurangannya. Aku melihat ia sangat tertarik dengan dunia kepenulisan. Ia pun semakin produktif menghasilkan cerpen-cerpen menarik. Hingga beberapa cerpennya dimuat di media cetak dan memenangkan beberapa event. Kini ia telah berani menyusun novel pertamanya.
Saya ucapkan selamat untuknya. Dalam novel ini banyak sekali amanat yang tersirat maupun tersurat. Dengan gaya menulisnya, seolah menceritakan kehidupan dirinya sendiri sehingga membuat pembaca seperti memahami kehidupan penulis. -Ika Harmiati Widaningsih, Seorang tenaga kesehatan yang tertarik dengan dunia seni sastra di kabupaten Winogiri."
*4 tahun yang lalu. Hari ini kubaca ulang naskahnya, wah masih banyak yang perlu aku perbaiki.😅👌
Komentar
Posting Komentar