Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Gamilah Giddan

Gamilah Giddan Oleh: Muhammad Daud Farma, Lc Indonesia hari ini isinya selalu  tentang nikah. Pergi ke kantor dapat undangan nikah dari kawan kantor yang baru aja kerja dua bulan lalu, mampir shalat di masjid ada yang sedang melangsungkan akad nikah sehingga aku shalat di pojokan, ke pasar ada emak-emak belanja untuk bekal pesta nikah, belanja online banyak yang menawarkan gaun pengantin dan jual emas untuk mahar nikah, ke tempat wisata ada pula yang lagi foto prewed yang bentar lagi juga bakal menikah, ke Kafe niat nongkrong bersama teman yang telah pada menikah dan mereka bercerita bagaimana nikmatnya punya pasangan setelah menikah, terus aku ini kapan pula menikah? Selalu pun kalian aja kutengok yang nikah, udah sering kali aku ya menghadiri orang nikah! Kalau ditanya kapan aku nikah, aku sudah mainstrim dengan pertanyaaan itu! Aku maunya ditanya berapa mahar calon istrimu? Walaupun memang belum punya sama sekali, setidaknya kan aku lebih lega dan terhibur aja dengan...

Cerita romantis dari negeri Kuno-(fiksi)

. Hari ini adalah hari romantis di negeri kuno. Aku memang sok-sok-an, sok menetapkan dengan nama romantis untuk hari ini, sedangkan aku sendiri tidak punya hak untuk menetapkannya apalagi sampai mengusulkannya pada pemerintah untuk menjadikan tanggal ini adalah tanggal romantis khusus negeri kuno. Maka biarlah hari atau tanggal ini aku saja yang menetapkannya sebagai hari yang romantis dalam kalender pribadiku.  Aku kah si romantis itu? Bukan! Lalu? Kamu kah? Bukan! Loh terus siapa? Baiklah akan aku ceritakan. Pagi sekali aku keluar dari rumahku. Rasa suntukku menarik jempol kakiku untuk memimpin pasukan agar segera meninggalkan rumah. Aku pun melangkah dengan indah. Pagi ini benar-benar indah. Aku juga tidak tahu ke mana aku harus melangkah dan menjauh dari tempat aku tinggal, ingin aku jalan-jalan di kampung Darrosah dan sekitarnya. Jadilah aku menuruti jempol kakiku. "Yuk belok kiri!" Ajak jempol kaki kiriku menarik badanku hingga hadap kiri. Aku hanya menurut....

Syaikh: Ahmad Ibrahim Abdul Al-Jawad

Musim panas sudah tak sabar ingin menggantikan posisi musim gugur yang terlalu betah bertahan. Sempat musim panas tiba-tiba narsis dan seakan membakar penduduk Mesir, “Sabar Om, belum giliranmu!” begitulah kira-kira kata yang diucapkan musim gugur sehingga musim panas pun ciut dan tau waktu kemudian berlalu menyembunyikan diri. Hanya hitungan minggu saja sih sebernarnya puncak musim panas akan datang, dua, tiga empat atau lima minggu lagi. Lebih tepatnya bulan ramadhan nanti adalah puncak dari musim panas. Sekarang ini hari-hari di Mesir sama seperti hari biasa di Indonesia, awan cerah namun tidak pula panas. Untuk sekarang keluar rumah tidaklah terlalu bikin gerah. Aku keluar dari rumah bersama seorang sahabat yang empat jam lalu aku unggah photonya yang sedang tertidur pulas karena lelah membawaca, nikmat betul tidurnya. Sampai di pertigaan itu ia belok kiri menuju tempat ngaji dan aku belok kanan menuju masjid Al-Husain untuk menyetorkan hafalan pendekku ke seorang guru. Tepa...

Ketika Pakar Cinta Berselisih*

Ketika Pakar Cinta Berselisih* Seorang anak kecil yang imut berusia lima tahun, namanya Nabila. Biasanya ibunya memanggilnya dengan Na ataupu La. Terkadang hanya diambil bagian depan dan ujung namanya saja, lalu digabungkan menjadi Nala. Pipinya emben seakan dua lebah mungil barusan menggigit kedua belah pipinya, ketika melihatnya pasti akan menimbulkan rasa gemas dan ingin mencubit dan menciumnya. Kalau ia menangis saat dicubit, kamu pasti ingin mencubitnya kembali karena ia semakin menggemaskan saat ia menangis. Apalagi kalau ia tersenyum? Huum, kamu pasti tak sabaran ingin mengambil kameramu dan mengabadikan wajah imutnya. Seorang kakek-kakek pun sangat gemas pada Nabila. Ingin sekali kakek itu mencium Nabila, namun kakek itu tidak tega jika Nabila menangis sedangkan Nabila tidak kenal dengannya. Ketika pagi saat mau ngopi di depan teras, kakek itu teringat dengan Nabila. Ketika siang hari saat ingin tidur, kakek itu terbayang dengan wajah imut Nabila. "And...

Hingga Kita Tiada

(Cerita fiksi) Suatu hari aku duduk di taman Babul Futuh (di Kairo). Kuperhatikan kakek-kakek yang lanjut usia berjalan bersama istri dan cucunya.  Umur pasangan lanjut usia itu sebelas dua belas kecuali umur cucunya, kalau aku boleh sok menebak lagi, cucunya seumuran akulah kira-kira. Cantik tentunya! Kakek itu tak tahu lagi ke mana arah barat dan ke mana timur kalau tidak digandeng sang istri dan cucunya. Mereka duduk di atas tempat duduk yang tersedia untuk pengunjung. Lalu sang istri menitipkan tas kepada suaminya dan ia membeli eskrim. Tak lama sang istri kembali dengan membawa tiga eskrim yang cangkirnya berwarna pink. Susah kakek itu menyuapkan eskrim ke dalam mulutnya dengan memakai sendok dan tangannya sendiri. Sang istri pun membantu menyuapinya. Tak lama istrinya pergi kelilng bersama cucunya yang seumuranku tadi, aih, tingginya pun hampir sama. Lebih tinggi aku sedikit kayaknya! Mereka berkeliling dan meninggalkan kakek itu sendiri. Lalu aku memberanikan diri un...

NASAB NABI

نسب النبي صلى الله عليه وسلم و أسرته. لنسب النبي صلى الله عليه وسلم ثلاثة أجزاء: جزء اتفق على صحته أهل السير والأنساب، وهو إلى عدنان، وجزء اختلفوا فيه ما بين متوقف فيه، وقائل به، وهو مافوق عدنان إلى إبراهيم عليه السلام، وجزء لانشك أن فيه أمورا غير صحيحة، وهو مافوق إبراهيم إلى آدم عليهما السلام، وقد أسلفنا الإشارة إلى بعض هذا، هناك تفصيل تلك الأجزاء الثلاثة: الجزء الأول: محمدُ بنُ عبد الله بنِ عبد المطَّلب - واسمه شيبةُ - بن هاشم - واسمه عمرو - بن عبد مناف - واسمه المغيرة - بن قصيّ - واسمه زيد - بن كلاب بن مرَّةَ بن كعب بن لؤيّ بن غالب بن فِهْرٍ - وهو الملقب بقريش، وإليه تنتسب القبيلة -بن مالك بن النضر - واسمه قيس - بن كنانة بن خزيمة بن مدركة - واسمه عامر - بن إلياس بن مضر بن نزار بن مَعَدِّ بن عدنا. الجزء الثاني: ما فوق عدنان، و عدنانُ هو ابن أدّ بنِ هميسع بن سلامان بن عوص بن بوز بن قموال بن أبيّ بن عوام بن ناشد بن حزا بن بلداس بن يدلاف بن طابخ بن جاحم بن ناحش بن ماخي بن عيض بن عبقر بن عبيد بن الدعا بن حمدان بن سنبر بن يثربي بن يحزن بن يلحن بن أرعوى بن عيض بن ديشان بن عيصر بن أفناد بن...

Ketika Cinta Ditagih

Ketika Cinta Ditagih* SDN 1 Kota Cane Aceh Tenggara adalah tempatku belajar dan Helwa. Kami tidak saling kenal satu sama lain, kami hanya saling kenal dengan wajah dan tidak saling tahu nama di antara kami. Karena, selain murid SD kami yang cukup banyak, sifat kekanak-kanakkan kami yang saling cuek dan  tidak mau kenal satu sama lain. Hingga aku naik ke kelas 6 SDN 1 Kota Cane. Aku baru tau namanya ketika aku di bangku SD kelas 6. Ternyata selain paras yang cantik, baik dan rajin, dia juga mempunyai nama yang bagus. Ternyata namanya WARDATUNNISA HELWA. Aku tahu akan namanya ketika seorang guru kami memanggilnya, disuruh maju kedepan untuk mewakili dari adik-adik kelas menyampaikan kata-kata perpisahan kepada kami kakak kelasnya yang resmi sebagai alumni SDN 1 Kota Cane AcehTenggara. Helwa, ya itu nama panggilannya. Helwa yang masih duduk dibangku SD kelas 5. Aku sudah lama dan sering melihatnya, akantetapi diriku baru tahu namanya hari itu.  Aku sudah mulai kagum padanya se...

Cinta, Kamu Seorang Penulis

Oleh: Muhammad Daud Farma Mayoritas orang menganggap bahwa menulis itu adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Apalagi memulainya, hal itu akan membuat menulis mejadi kegiatan yang sulit dan membosankan. Namun jika kita mulai menuliskan apa yang ada di benak kita, maka kita akan terbawa dan larut di dalamnya. Melebur menjadi satu bagian indah yang terungkap dengan rentetan kata-kata indah nan membius pembaca,  sungguh betapa indahnya menulis. Tetapi masing-masing kita adalah orang yang berbeda, kita terlahir mempunyai hobi dan bakat tersendiri dan juga cenderung berbeda satu sama lain. Ada yang mempunyai bakat menulis,  tetapi ia tidak menjadikannya  hobi dalam kesehariannya,  ia hanya menulis saat mood-nya sedang bagus dan ketika ada waktu yang menurutnya luang,  tetapi sekali ia menulis,  hasilnya memuaskan dan menarik minat pembaca, itulah yang dikatakan bakat. Ada yang hobi menulis, hari-harinya diisi dengan menulis dan t...

Pantun Cara Ampuh Atasi Jomblo

Pantun, Cara Ampuh Atasi Jomblo. Oleh: Daud Farma. Di kampung kami, mudah sekali menemukan manusia kuno dan jomblo. Mereka tidak pandai menggombal, jangankan merayu, dekat dengat cewek pun mereka tidak berani. Rambut mereka gondrong dan kemerahan, berkumis tipis tak bejenggot, mereka adalah jomblo yang baik dan memiliki senyuman yang manis. Mulai dari pagi hingga pagi kembali hanya duduk di kedai kopi. Dan anehnya, mereka tidak sadar diri bahwa mereka berstatus jomblo. Mereka selalu kompak dan rukun beradat, membantu segala macam acara kampung, seperti Mawlidan, Sunatan, Syukuran dan Pernikahan atau ragam acara lainnya. Mereka tidak mengganggu kebahagiaan orang lain, mereka baik dan nurut aturan kampung. Tetua kampung kami merasa iba dan kasihan melihat para bujang lapuk yang masih menjomblo ini, berbagai usulan telah dianjurkan tetua kampung, seperti menyuruh mereka merantau ke luar daerah mencari istri di daerah lain, cobalah merayu  cewek, cobalah berdandan yang ganteng dan me...

Mahendi Mohabeteen Majnun

Mahendi Mohabbeteen Majnun* Namanya, Karlina. Tadi pagi ia pergi ke pasar untuk mencari Heena. Selama ini sang kakaknya selalu menyepelekannya dalam hal memask. Di mata kakaknya siapa saja perempuan yang tidak pandai memasak, berarti ia tak punya keterampilan apapun. Dilarang menikah oleh kakaknya kalau tidak pandai memasak, sebab salah satu cara membahagiakan suami dan agar suami betah di rumah adalah karena masakan istri. Melihat Karlina, kakak tak jarang menunjukkan wajah cemberutnya lantas berkata, "Lina, belajarlah memasak, macam mana kau mau menikah, masak saja kau tak bisa!" Karlina tidak pandai beralasan dan membalas ucapan kakaknya, hanya sang ibulah yang selalu membesarkan hatinya, "Walaupun adikmu Lina tak pandai memasak, dia sangatlah pandai merias diri, dia jago merias orang. Pastilah banyak lelaki yang suka padanya. Kalau dia sudah berias, segeralah dia dapat jodoh." Karlina membeli tiga Heena, ia pulang ke rumahnya dengan muka gembira. Sampai di kam...

Salsa Dan Bela

“Salsa Dan Bela” Diceritakan dari sebuah rumah yang terpencil, yang dihuni seorang ibu setengah baya dan dua orang anak gadisnya yang kembar, Salsa dan Bela. Nama tempat tinggal mereka Batu Seding, mereka tinggal di tepi gunung. Jauh dari kampung dan keramaian orang. Sebulan sekali sang ibu pergi ke desa untuk belanja kebutuhan selama satu bulan. Jarak menuju desa  enam jam dengan berjalan kaki,  melewati semak belukar. Tak jarang sang ibu kesakitan selepas dari desa karena perjalanannya yang semak dan melelahkan. Dulu ketika sang ayah masih hidup, dia yang melakukan hal itu,  kini sang ayah telah lama tiada sejak Salsa dan Bela berumur dua tahun dan sekarang mereka berumur lima tahun.  Sang ibu tidak membawa anaknya Salsa maupun Bela ikut ke desa,  karena khawatir akan bahaya sengatan ular, kalajengking dan sebagainya. Ibu meninggalkan Salsa dan adiknya Bela di rumah dalam keadaan tertidur pulas,  sebab jikalau mereka berjaga pasti akan minta...