Gamilah Giddan Oleh: Muhammad Daud Farma, Lc Indonesia hari ini isinya selalu tentang nikah. Pergi ke kantor dapat undangan nikah dari kawan kantor yang baru aja kerja dua bulan lalu, mampir shalat di masjid ada yang sedang melangsungkan akad nikah sehingga aku shalat di pojokan, ke pasar ada emak-emak belanja untuk bekal pesta nikah, belanja online banyak yang menawarkan gaun pengantin dan jual emas untuk mahar nikah, ke tempat wisata ada pula yang lagi foto prewed yang bentar lagi juga bakal menikah, ke Kafe niat nongkrong bersama teman yang telah pada menikah dan mereka bercerita bagaimana nikmatnya punya pasangan setelah menikah, terus aku ini kapan pula menikah? Selalu pun kalian aja kutengok yang nikah, udah sering kali aku ya menghadiri orang nikah! Kalau ditanya kapan aku nikah, aku sudah mainstrim dengan pertanyaaan itu! Aku maunya ditanya berapa mahar calon istrimu? Walaupun memang belum punya sama sekali, setidaknya kan aku lebih lega dan terhibur aja dengan...
Repost dari Instagram: @mdfarmaa Sering kali kalau naik Uber atau Taksi, obrolannya tentang menikah. Mulai dari yang masih jomblo, baru nikah hingga supir yang sudah bisa kita panggil 'giddu' alias kakek, kalau kita mulai topik menikah mereka oke-oke wae. Bahkan kita baru satu kata, mereka sudah satu paragraf. Kata Babang supir Uber ini, "Dulu maharku 15 gram mas dan 45 ribu Pounds." Belum lagi embel-embel nikah lainnya, pesta nikah dan sebagainya. Itu baru sekelas supir Uber loh, gimana dengan yang pejabat tinggi? Artis? Kayaknya maharnya cukup untuk menikah 4 kali di negera kita Indonesia.🤭 Selain mahar, mempelai perempuan juga mensyaratkan pada calon suami sebuah rumah/flat yang siap huni, boleh bentuk igar ataupun tamlik. Setahuku bagi orang Mesir cukuplah susah mencari duit jika bekerja pada orang lain. Mungkin karena ia terlalu yakin bahwa nikah itu mendatangkan rezeki yang melimpah dan berkah kali ya? Entah dia menabung atau meminj...