Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Gamilah Giddan

Gamilah Giddan Oleh: Muhammad Daud Farma, Lc Indonesia hari ini isinya selalu  tentang nikah. Pergi ke kantor dapat undangan nikah dari kawan kantor yang baru aja kerja dua bulan lalu, mampir shalat di masjid ada yang sedang melangsungkan akad nikah sehingga aku shalat di pojokan, ke pasar ada emak-emak belanja untuk bekal pesta nikah, belanja online banyak yang menawarkan gaun pengantin dan jual emas untuk mahar nikah, ke tempat wisata ada pula yang lagi foto prewed yang bentar lagi juga bakal menikah, ke Kafe niat nongkrong bersama teman yang telah pada menikah dan mereka bercerita bagaimana nikmatnya punya pasangan setelah menikah, terus aku ini kapan pula menikah? Selalu pun kalian aja kutengok yang nikah, udah sering kali aku ya menghadiri orang nikah! Kalau ditanya kapan aku nikah, aku sudah mainstrim dengan pertanyaaan itu! Aku maunya ditanya berapa mahar calon istrimu? Walaupun memang belum punya sama sekali, setidaknya kan aku lebih lega dan terhibur aja dengan...

Arrahiq Al Makhtum

Buku: Arrahiq Al Makhtum Penulis: Syaikh Al-'Allaamah Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri Cetakan: Darul Khair Istambul Tebal:525 Halaman (sudah termasuk isi) Sampul: Hard Cover. ‎أشرق البدر علينا  # من ثنيّات الوداع  ‎وجب الشكر علينا  # ما دعا لله داع  ‎أيُّها المبعوث فينا  # جئت الأمر الوطاع.  Bait ini lah yang dulu dilantunkan banat Al Anshar menyambut kedatangan nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam pada tahun pertama hijrah saat memasukki kota Madinah. Nabi masuk ke Kuba pada hari Senin 8 Rabi'ul Awal tahun 14 dari kenabian, ialah tahun pertama hijrah. Atau bertepatan 23 September 622 M. Beliau masuk ke kota Madinah yang saat itu masih bernama Yatsrib pada hari Jum'at, selepas shalat jum'at. Nabi berada di Kuba hanya 4 hari saja. Hari Senin, Selasa, Rabu dan Kamis, dan dalam empat hari itu pula masjid yang pertama kali didirikan adalah masjid Kuba. Buat kamu yang ingin nangis dan nambah wawasan, pengetahuan tentang sirah nabi sejak...

Pertama Kali Botak

X Pertama Kali dibotak* (Cerita Santri) Oleh: Muhammad Daud Farma Panggil saja aku, Wan. Nama asliku Darmawan. Temanku bernama Dani, nama aslinya Murdani. Kami kelas 3 di pesantren Modern Darul Amin di Lawe Pakam Aceh Tenggara. Setelah malamnya kami berkumpul putra putri di aula, guna untuk mendengarkan wejengan dari buya dan para guru lainnya sebelum pulang kampung. Malam setelah perkumpulan usai, seluruh santri semuanya packing, kecuali yang mukim. Pun aku sudah selesai memasukkan pakaian yang akan kupakai di kampungku nantinya, pakaian sholat tak luput kumasukkan, apalagi peci. Peci adalah salah satu simbol santri. Di kampungku, kalau anak pesantren tidak pakai peci saat liburan, dianggap pesantrennya tidak benar! Ataupun mereka hanya berhusnuzhon pada pesantren tapi tidak pada santri yang tidak mau pakai peci, maka tetap dianggap santri yang bandel!  "Wan, besok rencana pulang lewat kota atau Simpang Semadam?" tanya Dani padaku sambilan ia juga packing. Dani ...

Namaku Daud

Kecil (Part 1) Oleh: Muhammad Daud Farma Kata ibuku, waktu aku kecil, aku lahir pada hari sabtu pagi. Warna kulitku hitam kemerahan. Aku sama seperti anak yang lain, suka menangis dan menangis. Hanya menangislah yang aku tau. Sedikit mengkhawatirkan ibuku, tentu membuatnya gelisah. Hingga pada suatu hari aku menangis begitu keras. Suara tangisku terdengar ke rumah tetanga. Aku ditimang, aku dielus, kepalaku disapu-sapu ibuku. Tetapi aku tetap menangis, semakin menjadi-jadi. Ibuku heran, tidak pernahnya aku menangis sedemikian kerasnya. Ia tempelkan tangannya pada keningku, tak ia rasakan badanku panas. Hampir ia melarikanku ke rumah sakit. Hingga tetangga ibuku itu, dia istri dari abang ayahku. Dia Mak Ngah-ku, katanya pada ibuku: coba periksa sarung tangannya. Dan benar sarung tangan karet yang berwarna merah yang aku kenakan telah mengikat ketat tangan bulatku yang tambun. Sarung tangan itu adalah milik abangku dulunya. Mungkin waktu kecilnya dia lebih kurus dibandingkan aku...

Ar-Rahiq Al-Makhtum

Buat kamu yang ingin nangis dan nambah wawasan, pengetahuan tentang sirah nabi sejak lahir hingga wafat, bacalah buku ini. Saya sudah baca yang versi arabnya. Saya tidak bisa menjaminmu bakal nangis juga, sebab masing-masing orang beda getaran hatinya, beda feeling. Daripada repot-repot nyari judul film yang sedih, yang bikin mewek, yuk sesekali coba dengan bacaan, mana tahu kamu nangis tersedu-sedu sampai di akhir bab: saat-saat menjelang wafatnya baginda nabi Muhammad Shallallu 'Alaihi Wasallam. Dan memang tidak ada perlunya juga kamu nangis, paling tidak bisa nambah pengetahuanmu. Jujur saya tidak ada suruhan ataupun endorse dari penerbit yang bersangkutan untuk mempromosikan buku ini, saya hanyalah merekomendasikannya untuk kamu (kalian) baca. Saya pribadi sudah banyak menamatkan buku yang berbentuk cerita, sebut sajalah novel, tapi dari dulu belum pernah nemu cerita semacam ini: yang isinya tidaklah dikarang-karang penulisnya, benar adanya isi di dalam buku ini dulu pernah ter...

Ar-Rahiq Al-Makhtum

Alhamdulillah, akhirnya kitab ini kubeli juga seharga 110 LE atau setara dengan 87 ribu rupiah (menurut kurs dollar hari ini di aplikasi Xe). Nama kitabnya Arrahiiq Al Makhtum الرحيق المختوم yang ditulis oleh: Al-'allaamah al-syekh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri. Buku ini sangatlah populer, sebab isi buku ini adalah bercerita tentang sejarah/sirah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wasallam. Begitulah sesuatu yang ditulis karena cinta kepada yang dicintai, maka para perindu sosok yang dicintai akan mencari tahu. Karena cinta kepada sosok habiibullah, kekasih Allah. Baginda Nabi Muhammad. Begitpun aku, tidak bisa bertemu dan berkunjung berziarah ke makamnya, untaian salam dan shalawat tak luput kuucapkan pada setiap harinya saat menunuaikan shalawat lima waktu.  Tidak bisa datang ke kota Madinah Munawwarah, semoga dengan membaca kitab ini aku lebih merasa dekat dan banyak tahu tentang sosok yang mulia. Sudah lama nama kitab ini terdengar di telingaku, namun bagai angin lalu sa...

Happy Birth Day Our Queen!

Oleh: Daud Farma Sore ini senja mulai menyihir laut menjadi laut merah berapi-api, angin mulai berembus membawa hawa dingin yang meneduhkan, kicauan suara burung mulai terdengar di sekitar laut bagi makhluk yang memiliki telinga, kura-kura menyusun strategi ingin membuat sebuah gapura untuk peyambutan ratu laut yang ingin menampakkan diri ke permukaan, pinguin sedang memainkan sebuah tarian indah di atas pasir, buaya sedang memagari singgasana tuan ratu, singgasananya  adalah para pinguin yang gemuk-gemuk, bulu-bulu mereka yang lembut tentunya membuat sang ratu betah dan tak mau segera beranjak dari tempat duduknya. Kodok-kodok hijau sedang memainkan guitar dan melantunkan lagu ulang tahun untuk ratu, oh ya hari ini adalah ulang tahun ratu kami yang akan segera mendarat ke permukaan. Kawan, sudahkah kau tahu siapa ratu kami yang cantik itu? Perkenalkan, ratu kami memilki dua prajurit: dua paus jantan. Sang ratu amat terlihat imut dan indah dengan muka mungilnya yang menggema...

Ana Wa Zaujatii

Oleh: Daud Farma Wah senangnya! Akhirnya aku menikah juga. Akhirnya aku punya suami juga dan penantianku tidaklah sia-sia. Di dalam hidup ini kita akan sering menunggu orang lain, dan aku menunggu seseorang yang akhirnya menjadi suamiku juga meskipun dia sudah pernah menikah dengan sahabatku sendiri. Tetapi aku tidaklah membenci sahabatku itu, apalagi membenci orang yang sekarang telah jadi suamiku? Tidak akan! Tidak mudah bagiku membenci orang yang cintaku padanya telah bersemi di dalam hatiku. Tidak mudah bagiku membenci orang yang telah 44 tahun kutunggu dan tidak mudah pula bagiku membenci orang yang selama ini membuatku tetap semangat hidup. “Bangun sayangku, ayo sarapan.” Aku membangunkan suamiku dengan kecupan dan mengajaknya sarapan. Telur mata sapi adalah sarapan pagi kami, sesuai janjiku dulu sebelum menikah bahwa telur mata sapi adalah menu untuk sarapan. Suamiku tidak jarang melarangku agar jangan memanggilnya sayang di depan anak tunggal kami, Dewi. Tetapi aku tid...

Seperti Pasir Mesir Merindukan Hujan

Oleh: Daud Farma Aku dan Aisyila hanya saling bertatapan. Kami diam membungkam rasa sakit yang tak terperi. Sungguh kami tidak menginginkan hal ini. Hari semakin sore dan Aisyila menatapku untuk terakhir kalinya lalu ia melangkah pergi sejauhnya dan entah kapan lagi kami bertemu kembali. Dia harus ke Turkey bersama saudaranya. Pertemuan kami di depan benteng romansa itu adalah pertemuan terakhir yang menyakitkan dan entah kapan luka kami akan terobati. Bukan hanya aku yang sakit, Aisyila kekasihku hingga-hingga tak bisa membendung air matanya. Aku? Apalah aku, aku tak sekuat iron man yang tahan banting. Boleh saja aku sekuat hulk tapi aku punya hati dan hatiku bisa saja merasakan keperihan yang tak pernah dapat kutahankan. Sore itu terakhir kalinya aku melihat jilbab Aisyila diterpa angin laut di pinggir pantai.  Aku menyuruhnya pulang terlebih dahulu. Aku tak kuat mengantarnya. Jika lebih lama lagi aku bersamanya maka aku takkan sanggup merasakan keperihan yang semakin peri...

Santri Baru

Oleh; Muhammad Daud Farma. Perkenalkan, namaku, Habib. Aku tinggal bersama Ayah, Ibu dan adik-adikku di Desa Buah Duku. Ya, namanya Desa Buah Duku. Kakak dan Abang-Abangku semuanya sudah berkeluarga. Desaku adalah surga bagiku dan mungkin juga desamu adalah surga bagimu. Hari ini aku resmi lulus SD Negeri Salim Pinim yang tidak terlalu jauh dari kampungku, hanya dua puluh menit dengan jalan kaki. Tujuh tahun di SD Salim Pinim membuatku susah berpisah darinya, guru-guruku, teman-temanku, gedung dan halaman sekolah yang setiap paginya aku dan teman-temanku senam pagi sebelum masuk kelas. Wali kelasku, Pak Jamrin adalah guru yang kami cintai. Mungkin kalian bertanya kenapa aku tujuh tahun di SD?. Ya aku tidak pernah bohong untuk menjawab kenapa aku tujuh tahun lamanya di SD?, itu karena kemalasan dan kenakalanku dan juga karena kebodohanku. Di kelas tiga SD, aku belum bisa membaca dengan baik dan benar, sehingga ibu guruku yang bernama Inong, tidak memberikan kenaikan kelas untukku....