Gamilah Giddan Oleh: Muhammad Daud Farma, Lc Indonesia hari ini isinya selalu tentang nikah. Pergi ke kantor dapat undangan nikah dari kawan kantor yang baru aja kerja dua bulan lalu, mampir shalat di masjid ada yang sedang melangsungkan akad nikah sehingga aku shalat di pojokan, ke pasar ada emak-emak belanja untuk bekal pesta nikah, belanja online banyak yang menawarkan gaun pengantin dan jual emas untuk mahar nikah, ke tempat wisata ada pula yang lagi foto prewed yang bentar lagi juga bakal menikah, ke Kafe niat nongkrong bersama teman yang telah pada menikah dan mereka bercerita bagaimana nikmatnya punya pasangan setelah menikah, terus aku ini kapan pula menikah? Selalu pun kalian aja kutengok yang nikah, udah sering kali aku ya menghadiri orang nikah! Kalau ditanya kapan aku nikah, aku sudah mainstrim dengan pertanyaaan itu! Aku maunya ditanya berapa mahar calon istrimu? Walaupun memang belum punya sama sekali, setidaknya kan aku lebih lega dan terhibur aja dengan...
Buat kamu yang ingin nangis dan nambah wawasan, pengetahuan tentang sirah nabi sejak lahir hingga wafat, bacalah buku ini. Saya sudah baca yang versi arabnya. Saya tidak bisa menjaminmu bakal nangis juga, sebab masing-masing orang beda getaran hatinya, beda feeling. Daripada repot-repot nyari judul film yang sedih, yang bikin mewek, yuk sesekali coba dengan bacaan, mana tahu kamu nangis tersedu-sedu sampai di akhir bab: saat-saat menjelang wafatnya baginda nabi Muhammad Shallallu 'Alaihi Wasallam. Dan memang tidak ada perlunya juga kamu nangis, paling tidak bisa nambah pengetahuanmu. Jujur saya tidak ada suruhan ataupun endorse dari penerbit yang bersangkutan untuk mempromosikan buku ini, saya hanyalah merekomendasikannya untuk kamu (kalian) baca. Saya pribadi sudah banyak menamatkan buku yang berbentuk cerita, sebut sajalah novel, tapi dari dulu belum pernah nemu cerita semacam ini: yang isinya tidaklah dikarang-karang penulisnya, benar adanya isi di dalam buku ini dulu pernah terjadi. Memang banyak diceritakan oleh guru di kuliah, ustadz di pengajian, orangtua di rumah, maupun dalam buku sejarah tarikh islam di bangku sekolah, namun sejarah nabi selangkap isi buku ini pun tak dapat dipungkuri dan patut diapresiasi. Maka pantaslah dulu syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri adalah pemenang pertama dari sayembara bahets/riset dari 171 hasil riset yang terkumpul, dan yang terpilih hanya 5 bahets saja. Kamu bakal benar-benar tahu seluk-beluk perjalanan hidup baginda Rasulullah, Habibullah. Generasi milenial jangan sampai tidak tahu tentang sejarah nabinya yang namanya disebut dalam setiap sholat, majelis ilmu bahkan sangatlat bakhil jika ada yang berkata: shalluu 'alan Nabi tapi dia diam saja, tidak mau bershalawat. Mari lebih mengenal Rasulullah, lewat bacaan. Washallallu 'Ala Sayyidinaa Muhammad Wa 'Ala Alihi Wasahbihi Wasallam. #arrahiq #almakhtum #arrahiqalmakhtum #daudfarma #syaikh #shafiyyurrahman #almubarakfuri #mesir
Komentar
Posting Komentar