Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Gamilah Giddan

Gamilah Giddan Oleh: Muhammad Daud Farma, Lc Indonesia hari ini isinya selalu  tentang nikah. Pergi ke kantor dapat undangan nikah dari kawan kantor yang baru aja kerja dua bulan lalu, mampir shalat di masjid ada yang sedang melangsungkan akad nikah sehingga aku shalat di pojokan, ke pasar ada emak-emak belanja untuk bekal pesta nikah, belanja online banyak yang menawarkan gaun pengantin dan jual emas untuk mahar nikah, ke tempat wisata ada pula yang lagi foto prewed yang bentar lagi juga bakal menikah, ke Kafe niat nongkrong bersama teman yang telah pada menikah dan mereka bercerita bagaimana nikmatnya punya pasangan setelah menikah, terus aku ini kapan pula menikah? Selalu pun kalian aja kutengok yang nikah, udah sering kali aku ya menghadiri orang nikah! Kalau ditanya kapan aku nikah, aku sudah mainstrim dengan pertanyaaan itu! Aku maunya ditanya berapa mahar calon istrimu? Walaupun memang belum punya sama sekali, setidaknya kan aku lebih lega dan terhibur aja dengan...

Tidak Beruntung

Tidak Beruntung Oleh: Daud Farma "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck" Eropa boleh punya Romeo dan Juliet, dari Afrika ada Laila dan Majnun, dan dari Asia juga tidak kalah, ada; Zainudin dan Hayati. Tepatnya dari Indonesia pulau Sumatera Barat. Romeo dan Juliet memang kisah cinta yang menyedihkan, diakhiri dengan kematian. Tapi yang tak kalah menyentuh jiwa adalah kisah cinta yang dilalui dengan kesucian, seperti karya Buya Hamka. Cinta Zainudin pada Hayati begitu besar! Tapi penulis memberitahu agar makhluk tidak kalah dengan cinta pada sang Khaliq, Allah Swt. Qois dan Laila, Zainudin dan Hayati, adalah kisah cinta yang bernasib tidak beruntung. Saling mencintai namun tak bersemi. Penuh dengan cobaan, dan mereka tidak mampu menaklukkannya. Kenapa? Karena "takdir" berkata lain. Novel ini ditulis dengan tutur bahasa yang indah, dengan gaya uslub khas Minang Kabau, khas melayu. Kehalusan bahasanya berasa berada di era tahun tiga puluhan, nampak betu...

Maaf

Kita pernah punya perasaan yang sama. Asa dan mimpi yang sama. Kita pernah bahagia, tawa dan canda dengan kalimat-kalimat yang terjalin dalam nuansa tempat dan waktu yang berbeda, jauh namun terasa benar-benar ada. Kita pernah searah Berniat menikah Ingin berumah tangga Ingin berkeluarga Sakinah mawaddah warahmah hingga ke jannah-Nya Kita pernah romantis Saling memberi kesan yang manis Meleburkan nestapa Meskipun tak jarang Kau terluka oleh kata-kata  Aku terlalu kasar berkata-kata Kita pernah benar-benar marah Tangkai mawar merekah pun patah Kau menangis gundah Aku benar-benar merasa bersalah Mungkin karenaku sering membuatmu menangis kini Kau menyerah Tidak kuat lagi meneruskan yang terjadi sudah Kemudian janji yang dulu Satu tujuan itu Harapanmu Kau hilangkan perlahan Kau berkata sibuk Aku percaya Aku berlapang dada Menerima keputusanmu bahwa Kau tak boleh diganggu Aku hanya menurut Dan ikuti arusmu ...

Syaikh Ahmad Ibrahim Abdul al-Jawad

Syaikh Ahmad Ibrahim Abdul al-Jawad Oleh: Muhammad Daud Farma Musim panas sudah tak sabar ingin menggantikan posisi musim semi yang terlalu betah bertahan. Sempat musim panas tiba-tiba narsis dan seakan membakar penduduk Mesir, “Sabar Om, belum giliranmu!” begitulah kira-kira kata yang diucapkan musim semi sehingga musim panas pun ciut dan tau waktu kemudian berlalu menyembunyikan diri.  Hanya hitungan minggu saja sih sebernarnya puncak musim panas akan datang, dua, tiga empat atau lima minggu lagi. Lebih tepatnya bulan ramadhan nanti adalah puncak dari musim panas.  Sekarang ini hari-hari di Mesir sama seperti hari biasa di Indonesia, awan cerah namun tidak pula panas. Untuk sekarang keluar rumah tidaklah terlalu bikin gerah. Aku keluar dari rumah bersama seorang sahabat yang empat jam lalu aku unggah fotonya yang sedang tertidur pulas karena lelah membaaca, nikmat betul tidurnya.  Sampai di pertigaan itu ia belok kiri menuju tempat ngaji...

Kairo dan Badai Debu

Kairo dan Badai Debu Oleh: Daud Farma Kulangkahkan kakiku menuju sebuah jendela Kamarku Ingin rasanya segera membukanya Selama satu hari ini belum pernah aku buka Selama dua puluh empat jam ini belum pernah aku sentuh Selama seharian ini belum peranh memandang pemandangan indah dari jendela kamarku Hatiku rindu Rindu akan embusan angin yang sejuk Angin yang sepoi – sepoi Angin yang segar Seperti angin-angin sebelumnya Berharap angin hari ini melebihi sejuknya angin kemarin Hatiku riang Batinku tenang Jiwaku seakan melayang Merasakan sejuknya angin di dalam ruangan Ternyata kipas angin di dalam kamarku masih exist dengan embusanya Mengeluarkan angin sejuk yang aku pinta Sehingga tanganku tidak kuasa untuk membuka jendela kamarku Kini kucoba lebih dekat Lebih rapat Lebih erat Dan lebih tepat Kubuka jendela kamarku Ku pejamkan mataku Berharap angin segar masuk menghampiriku Berharap angin sejuk masuk ke dalam kamarku ...

Bulan Madu di Surga

"Bulan Madu di Surga" -Perfect Wedding- Oleh; Muhammad Daud Farma. Namanya, Marwa, gadis manis bermata biru, beralis lebat berwarna hitam, berhidung mancung, berparas cantik jelita, pipinya padat berisi, kalau melihatnya sedang tersenyum  akan meninggalkan dua kesan: imut dan menggemaskan.  Berposter tubuh seperti pramugari, tinggi dan ahli merias diri. Pintar, pandai mengaji dan hafal kalam Ilahi. Teman-teman kampusnya menjulukinya dengan sebutan, "The Queen of Awamaalia University." Bahkan sebagian teman lelaki yang lidahnya sudah biasa merayu menamainya, "Bidadari kesiangan menantu idaman". Dia sudah berumur delapan belas tahun. Kalau kamu pertama kali melihatnya, maka kamu akan mengucek mata tiga kali dan berkata, "Ternyata Hala Turk pandai juga memakai jilbab!" Mungkin sedikit berlebihan kalau kamu sampai berujar, "Waw! Kalah telak belasteran Jerman-Tukey!". Awal bulan Agustus lalu adalah kali pertama ia ...

Perasaan

Perasaan Oleh: Daud Farma Suka adalah sebuah kata ungkapan perasaan. Awalanya aku punya rasa lalu kusebut ia dengan kata cinta, lebih khususnya adalah sayang. Namun kata sayang lebih spesifik lagi dan mengatakannya bila memang benar-benar sayang. Tidak mudah mengucapkannya untuk yang tidak dikenal. Tapi ada saja pertama jumpa kata itu juga terlontarkan begitu saja, sebab lidah boleh saja berbohong tetapi hati susah untuk tidak mengakuinya.  Aku sayang kamu? Mungkin kamu jangan percaya dulu bila aku mengatakannya sekarang lewat lisanku, walaupun terkadang terkesan manja dan benaran. Cukup nanti kamu tentukan kepercayaanmu lewat pembuktian dariku.  Mungkin saat aku bertemu denganmu, melakukan perjalanan minimal dengan jarak tempuh satu jam-an. Mungkin seperti dari Petisah ke Johor lalu dari Johor ke UIN Medan, sudah lumanyan jauh. Kita kan bercerita tentang banyak hal. Mulai dari masa lalu bahkan merencanakan masa depan, hinga k...