Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Gamilah Giddan

Gamilah Giddan Oleh: Muhammad Daud Farma, Lc Indonesia hari ini isinya selalu  tentang nikah. Pergi ke kantor dapat undangan nikah dari kawan kantor yang baru aja kerja dua bulan lalu, mampir shalat di masjid ada yang sedang melangsungkan akad nikah sehingga aku shalat di pojokan, ke pasar ada emak-emak belanja untuk bekal pesta nikah, belanja online banyak yang menawarkan gaun pengantin dan jual emas untuk mahar nikah, ke tempat wisata ada pula yang lagi foto prewed yang bentar lagi juga bakal menikah, ke Kafe niat nongkrong bersama teman yang telah pada menikah dan mereka bercerita bagaimana nikmatnya punya pasangan setelah menikah, terus aku ini kapan pula menikah? Selalu pun kalian aja kutengok yang nikah, udah sering kali aku ya menghadiri orang nikah! Kalau ditanya kapan aku nikah, aku sudah mainstrim dengan pertanyaaan itu! Aku maunya ditanya berapa mahar calon istrimu? Walaupun memang belum punya sama sekali, setidaknya kan aku lebih lega dan terhibur aja dengan...

Oh Pondokku (Dua)

Oh Pondokku (Dua) Oleh: Daud Farma Masih hari pertama di panti asuhan Istiqomah, sorenya aku dan Suadi ikut "membantu" memupuk tanaman mentimun yang tepat di depan rumah opung. Kulihat semua santri putra bekerja, tak seorang pun yang baringan di asrama. Yang santriwati juga sibuk dengan tugas mereka, yang dibagi oleh kakak perempuannya bang Malik.  Bang Malik, anak opung dan juga selaku pengasuh santri, beliaulah yang selalu mengajak kami bekerja. Bang Malik orang yang gigih, rajin sekali bertani. Mulai dari mentimun, cabai, semangka, kolam ikan, kelapa sawit, kelapa muda, pisang, coklat, dan sebagainya. Semuanya bang Malik yang mengurus dan beliaulah yang paling capek bekerja, beliaulah paling tau caranya. Awalnya, kukira hanya "membantu" sesekali saja, dan ternyata memang sistem di panti asuhan ini adalah: anda mau makan gratis, tinggal gratis, sabun gratis, sekolah gratis, maka jangan malas bekerja. Kami bekerja untuk kami juga, hasil panen itu jugalah untuk m...

Oh Pondokku (Satu)

Oh Pondokku (satu) Oleh: Daud Farma Alur Langsat masih dipeluk embun pagi, sebentar lagi mentari akan menerangi seisi bumi. Sesekali angin masuk lewat jeruji jendela kamarku, membelai pipiku, masuk lewat hidungku, udara sejuk menyelimuti paru-paruku. Sekarang sudah pukul 6 pagi, kampung Alur Langsat indah nan asri ini sudah tak lagi sesepi subuh tadi. Hari ini adalah awal masuk sekolah setelah libur panjang, bagi yang sekolah. Aku? Aku sempat sekolah dua bulan di SMPN Salim Pinim, namun kini aku masih di rumah menunggu siang, sore, malam dan esok hari. Sudah lebih dua bulan pula aku baringan di rumah, tidak mandi, hanya makan dan minum. Aku sudah tak mau lagi masuk sekolah SMPN Salim Pinim. Kenapa? Pertama karena aku sudah lama sekali berlibur sejak kecelakaan itu. Aku terjatuh dari motor gara-gara balapan di hari minggu bersama abang-abangku. Padahal motorku baru seminggu di rumah yang dibeli ayah dari Medan. Aku terpelanting lebih lima meter, tiga gigiku patah, bibir atas dan bib...

Karma 300 Ribu Rupiah

Karma 300 Ribu Rupiah* Oleh: Daud Farma Nuri pernah curhat pada sahabatnya bahwa duitnya dipinjam oleh temannya sebesar 300 ribu rupiah, temannya janji akan diganti sesegera mungkin bahkan sudah ditentukan Nuri tanggal berapa ia akan tagih. Begitu tiba pada  tanggal yang ditentukan, temannya Nuri tidak bisa dihubungi, hilang kontak. Nuri pun curhat ke Dandi bahwa ia sedang perlu uang, dan uangnya itu masih dipinjam oleh temannya. Nuri mengadu bukan karena ada niat untuk minjam uang ke Dandi melainkan untuk menghilangkan beban berat yang telah menimpanya, yaitu beban php hutang tak dibayar pada wkatunya. "Udah ikhlasin aja, Nuri." saran Dandi. "Ikhalsin?" "Ya ikhlasin aja." Dan tak ada lagi balasan dari Nuri, ia diam, menelan pahit-pahit saran Dandi yang membuatnya jadi lemas, tak ada lagi semangatnya, putus harapannya uang 300 ribu itu akan dikembalikan temannya kepadanya. Kalau saja rumah temannya itu dekat, sudah lama ia datangi dan mengetuk pintu...

Mungkin Dia Telah Dicintai Orang Lain?

*Mungkin Dia Telah Dicintai Orang Lain? Oleh: Daud Farma Kamu boleh memanggilku, Nur. Nama lengkapku Nuruddin. Aku sedang libur pesantren. Keadaan lingkungan mengubahku, mengubah sikapku tentunya. Tadinya aku pendiam dan pemalu dekat dengan perempuan, bahkan teman perempuan sekelasku pun aku tidak berani dekat-dekat apalagi sampai berterus terang bahwa di antara mereka ada yang aku suka. Kamu ingin tahu sekarang juga siapa namanya? Ah kurasa nanti saja. Untuk dua minggu kedepan aku akan menghabiskan waktuku di kampung, nama desaku: Duku Manis. Kenapa dinamakan Duku Manis? Sebab memang dulunya di sini bekas kebun duku yang buahnya terkenal manis, kini disihir jadi desa yang indah menawan. Namun tak semua pohon duku itu ditebangi penduduk, masih ada satu-dua pohon yang dibiarkan hidup dengan daun, bunga dan buah yang syarat. Pagi sampai siang aku membantu ayah ke kebun, sorenya aku diajak temanku nongkrong di atas jembatan, menikmati sisa-sisa matahari hendak terbenam. Bergaul denga...

Arrahiq Al Makhtum

Buku: Arrahiq Al Makhtum Penulis: Syaikh Al-'Allaamah Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri Cetakan: Darul Khair Istambul Tebal:525 Halaman (sudah termasuk isi) Sampul: Hard Cover. ‎أشرق البدر علينا  # من ثنيّات الوداع  ‎وجب الشكر علينا  # ما دعا لله داع  ‎أيُّها المبعوث فينا  # جئت الأمر الوطاع.  Bait ini lah yang dulu dilantunkan banat Al Anshar menyambut kedatangan nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam pada tahun pertama hijrah saat memasukki kota Madinah. Nabi masuk ke Kuba pada hari Senin 8 Rabi'ul Awal tahun 14 dari kenabian, ialah tahun pertama hijrah. Atau bertepatan 23 September 622 M. Beliau masuk ke kota Madinah yang saat itu masih bernama Yatsrib pada hari Jum'at, selepas shalat jum'at. Nabi berada di Kuba hanya 4 hari saja. Hari Senin, Selasa, Rabu dan Kamis, dan dalam empat hari itu pula masjid yang pertama kali didirikan adalah masjid Kuba. Buat kamu yang ingin nangis dan nambah wawasan, pengetahuan tentang sirah nabi sejak...

Pertama Kali Botak

X Pertama Kali dibotak* (Cerita Santri) Oleh: Muhammad Daud Farma Panggil saja aku, Wan. Nama asliku Darmawan. Temanku bernama Dani, nama aslinya Murdani. Kami kelas 3 di pesantren Modern Darul Amin di Lawe Pakam Aceh Tenggara. Setelah malamnya kami berkumpul putra putri di aula, guna untuk mendengarkan wejengan dari buya dan para guru lainnya sebelum pulang kampung. Malam setelah perkumpulan usai, seluruh santri semuanya packing, kecuali yang mukim. Pun aku sudah selesai memasukkan pakaian yang akan kupakai di kampungku nantinya, pakaian sholat tak luput kumasukkan, apalagi peci. Peci adalah salah satu simbol santri. Di kampungku, kalau anak pesantren tidak pakai peci saat liburan, dianggap pesantrennya tidak benar! Ataupun mereka hanya berhusnuzhon pada pesantren tapi tidak pada santri yang tidak mau pakai peci, maka tetap dianggap santri yang bandel!  "Wan, besok rencana pulang lewat kota atau Simpang Semadam?" tanya Dani padaku sambilan ia juga packing. Dani ...