Aku orang yang selalu penasaran tentang apa di balik tembok, di seberang sana, setelah ini ada apa aja? Ketika aku kecil, belum SD. Dua kakak perempuan sepupuku berjodoh dengan orang Gayo Lues. Dua puluh dua tahun kemudian, anak bang we-ku pula berjodoh dengan penduduk Agusen-Gayo Lues. Pertama kali aku melewati perbatsan Aceh Tenggara-Gayo Lues pada tahun 2009, tapi kata ibu ketika aku usia dua tahunan aku pernah dibawa ke Rikit Ghaib yang ketika itu menjenguk kakak sepupu melahirkan bayi pertamanya sebelum akhirnya ia pindah ke Takengon. Tahun 2009, ketika itu aku masih kelas 2 KMI (SMP) dan 10 teman-temanku diutus sebagai perwakilan pondok (DPDA) untuk mengikuti lomba pencak silat di Lhoksukeun dan kami membawa tiga piala, waktu itu hanya lewat saja, tidak singgah, cuma dapat melihat monunen kotanya Belang Kejeren. Kedua pada tahun 2011 ketika saya kelas 4 KMI (1 SMK) kami diutus sebagai perwakilan dari pondok untuk ajang lomba...
Bersama Al-Aqsa
Daud Farma
Laa ilaha illallah
Laa hawla wala quwata illa billah.
Air mata hati basah membanjiri jiwa kemanusiaan menyaksikan keadaan palestina di media sosial. Perlakuan Zionis Israel terhadap warga Palestina seakan ingin mengakhiri ajal. Namun kecintaan serta keimanan warga terhadap al-Quds tak goyah, tak gentar.
Mereka ingin seperti negeri muslim lainnya yang damai dan tentram menjemput lailatul Qadar. Akan tetapi Zionis Israel berjajar, memagar bahkan menerobos ke dalam hingga mimbar, menginjak-injak sajadah suci, mengejar, memukuli, mengganggu tarawih, sahur hingga fajar.
Warga Palestina berduka di bulan puasa bahkan mungkin sampai hari raya. Penduduk negeri-negeri mukmin ifthar jama'i, beridul fitri, warga Palestina terluka fisik dan hati.
Gaduh, resah, rusuh, warga membela al-Quds dari musuh. Magrib, isya, tarawih, Zionis Israel masih mengganggu kenyamanan jama'ah subuh. Suara tangis dan takbir riuh bergemuruh.
Jerit, himpit, granit, beribu atau sedikit, warga tetap semangat dan bangkit!
Patah, berdarah, masuk rumah sakit, demi Aqsa mereka kuat ber-mabit!
Belum sempat jidat bersujud, gara-gara Zionis Israel mereka terpaksa ingsut.
Petasan, peluru karet, berkali-kali di-Shoot!
Takut, warga bergelut.
Melawan, Zionis Israel tak kusut.
Sungguh tak sebanding antara lemparan batu dan kecepatan peluru!
Hati nurani terasa pilu menyaksikan itu!
Laki-wanita, muda-tua, kecil-dewasa ikut membela al-Aqsa.
Dari Darrasah kami berdo'a, teriring untuk al-Quds dan warganya.
Ya Rabb, kuatkan dan tolonglah mereka.
Birruh, biddam, nafdika ya Aqsa!: dengan nyawa, dengan darah kami tebus kau duhai Aqsa! (Iyel-iyel pembangkit semangat juang berjihad!).
Darrasah-Kairo.
-Daud Farma #pelestine tomorrow will be free
Komentar
Posting Komentar