Aku orang yang selalu penasaran tentang apa di balik tembok, di seberang sana, setelah ini ada apa aja? Ketika aku kecil, belum SD. Dua kakak perempuan sepupuku berjodoh dengan orang Gayo Lues. Dua puluh dua tahun kemudian, anak bang we-ku pula berjodoh dengan penduduk Agusen-Gayo Lues. Pertama kali aku melewati perbatsan Aceh Tenggara-Gayo Lues pada tahun 2009, tapi kata ibu ketika aku usia dua tahunan aku pernah dibawa ke Rikit Ghaib yang ketika itu menjenguk kakak sepupu melahirkan bayi pertamanya sebelum akhirnya ia pindah ke Takengon. Tahun 2009, ketika itu aku masih kelas 2 KMI (SMP) dan 10 teman-temanku diutus sebagai perwakilan pondok (DPDA) untuk mengikuti lomba pencak silat di Lhoksukeun dan kami membawa tiga piala, waktu itu hanya lewat saja, tidak singgah, cuma dapat melihat monunen kotanya Belang Kejeren. Kedua pada tahun 2011 ketika saya kelas 4 KMI (1 SMK) kami diutus sebagai perwakilan dari pondok untuk ajang lomba...
Mahasiswa Timteng cuma seputar Kitab Turats?
Oleh: Daud Farma
Kemampuan mahasiswa untuk upgrade talent-nya, itu sih urusan individual. Prioritas ya memang soal ilmu agama. Tapi kan, zaman sekarang ini banyak sekali skill-skill dewa yang tidak kita dapatkan di dapur prioritas kita bisa kita pelajari secara otodidak. Jadi jangan heran kalau mahasiswa Timteng juga tidak ketinggalan, sekarang pada update kok!
Skill prioritas itu ya bermanfaat untuk diri sendiri lalu orang lain misalnya; ngajar, ilmu kampung (ceramah, takziyah, ziarah, talqin, kenduri, doa dsb) Dimintai takziah di kampung sebelah, skuy!
Skill tambahannya sesuai kesenangan masing-masing orangnya. Zaman sekarang kita sudah tidak heran kalau nemu mahasiswa manapun mampu: coding, programming dan editing. Bahkan yang tidak pernah jadi mahasiswa sekali pun lebih jago daripada yang kuliah ngambil di bidang tersebut.
Jadi misalnya kelak dimintai tolong keponakan edit foto 4x6 background putih untuk keperluan pemberkasan, dia tak perlu keluar duit puluhan ribu rupiah. Kita bisa bantu. Dimintai pak lurah pengoperasian windows dan elemen2-nya, ms word, ms excel dll, kita siap! Dimintai bestie editing video untuk tugas kampus, ready! Apalagi kelak misalnya istri minta bantu buatkan journal ilmiah, bantuin tugas kuliah, nerjemah arab-indo-arab, oke! Nulis fiksi? Apalagi! Photgraper? Videographer? Tinggal ada kameranya, kita gaskan. Bahkan kita bantu mempermanisnya juga di photoshop, adobe primiere pro dan apk lainnya yang bisa dikerjakan sembari rebahan. Kita cuma butuh alatnya, ngolahnya bisa kita pelajari.
Yang sulit itu justru melatih diri agar selalu berakhlak, tidak mudah marah dan penyabar.
-Gamaliyah, 5 Mei 2022
Komentar
Posting Komentar