Aku orang yang selalu penasaran tentang apa di balik tembok, di seberang sana, setelah ini ada apa aja? Ketika aku kecil, belum SD. Dua kakak perempuan sepupuku berjodoh dengan orang Gayo Lues. Dua puluh dua tahun kemudian, anak bang we-ku pula berjodoh dengan penduduk Agusen-Gayo Lues. Pertama kali aku melewati perbatsan Aceh Tenggara-Gayo Lues pada tahun 2009, tapi kata ibu ketika aku usia dua tahunan aku pernah dibawa ke Rikit Ghaib yang ketika itu menjenguk kakak sepupu melahirkan bayi pertamanya sebelum akhirnya ia pindah ke Takengon. Tahun 2009, ketika itu aku masih kelas 2 KMI (SMP) dan 10 teman-temanku diutus sebagai perwakilan pondok (DPDA) untuk mengikuti lomba pencak silat di Lhoksukeun dan kami membawa tiga piala, waktu itu hanya lewat saja, tidak singgah, cuma dapat melihat monunen kotanya Belang Kejeren. Kedua pada tahun 2011 ketika saya kelas 4 KMI (1 SMK) kami diutus sebagai perwakilan dari pondok untuk ajang lomba...
Paling Bahagia di Hari Raya
Oleh: Daud Farma
Sekarang kita berkata kepada anak-anak kita bahwa lebaran mereka tidaklah sehebat dan segembira lebaran kita dulu di tahun 1990-an pada saat belum adanya smartphone secanggih dan semenarik hari ini, yang masih bermain perang senjata-senjataan, meskipun uang saku tidak lebih sepuluh ribu sehari yang bisa ongkos naik angkot ke kota, makan Mie Aceh.
Padahal ketika itu orang tua kita juga beranggapan bahwa lebaran kita di tahun itu tidak lebih hebat dan tidak lebih menyenangkan daripada lebaran mereka di tahun 1950-an, yang meskipun ada yang tak mampu membeli baju baru namun tetap haru, meskipun tanpa alas kaki, namun tetap silaturahmi, meskipun tanpa berkendaraan, namun tetap bisa jalan-jalan.
Enam hingga tujuh puluh tahun akan datang, ucapan ini akan terus terulang. Mereka akan berkata pada anak dan cucu mereka bahwa lebaran anak-cucunya tidak lebih hebat daripada lebaran mereka hari ini, bukan soal game online saja, bukan hanya karena PUBG dan Mobile Legand yang terpasang di smartpohonee mereka yang sebagian mereka nge-Push rank sejak jam satu tadi pagi belum tidur hingga pagi hari, mabar dan terhubung di Discord, bukan hanya itu tentunya. Namun yang tak kalah menyenangkan ialah mereka masih bersama orang tua mereka yang mereka sayangi hari ini, yang masih menemani mereka, mengajak mereka sembahyang di hari raya.
Yang tua lebih dulu memang sering kali merasa mereka paling bahagia dulunya dan itu wajar saja. Namun janganlah sampai gara-gara kita merasa lebih bahagia jadi mengurangi kebahagiaan anak-anak kita hari ini. Sejatinya lebaran memang selalu gembira sesuai usia dan zamannya sendiri. Kan memang hari bahagia.
Mohon maaf lahir dan batin. Kullu 'aamin wa antum bikheir.
Gamaliyah-Kairo, 1 Syawal 1443.
Komentar
Posting Komentar