Gamilah Giddan Oleh: Muhammad Daud Farma, Lc Indonesia hari ini isinya selalu tentang nikah. Pergi ke kantor dapat undangan nikah dari kawan kantor yang baru aja kerja dua bulan lalu, mampir shalat di masjid ada yang sedang melangsungkan akad nikah sehingga aku shalat di pojokan, ke pasar ada emak-emak belanja untuk bekal pesta nikah, belanja online banyak yang menawarkan gaun pengantin dan jual emas untuk mahar nikah, ke tempat wisata ada pula yang lagi foto prewed yang bentar lagi juga bakal menikah, ke Kafe niat nongkrong bersama teman yang telah pada menikah dan mereka bercerita bagaimana nikmatnya punya pasangan setelah menikah, terus aku ini kapan pula menikah? Selalu pun kalian aja kutengok yang nikah, udah sering kali aku ya menghadiri orang nikah! Kalau ditanya kapan aku nikah, aku sudah mainstrim dengan pertanyaaan itu! Aku maunya ditanya berapa mahar calon istrimu? Walaupun memang belum punya sama sekali, setidaknya kan aku lebih lega dan terhibur aja dengan...
Repost dan Foto dari mbak: Jihan Mw
Baca novel fiksii lagi setelah sekian lama ngga baca novel. Apalagi genre romance yaa.
Baca ini jadi keinget zaman surat-suratan. Zaman masih belum kenal whatsapp atau yg semisal.
Kisah Tha dan Wi, begitu panggilan dua sejoli ini. Ngikutin alurnya yang lumayan cepet di awal dan ikut deg-degkan, bagaimana selanjutnya hubungan yang hampir tidak pernah melibatkan tatap muka ini?
Jangan nanya video call ya, lha wong WhatsApp aja ngga kenal lho mereka. Jadi ya begitulah, salut banget dengan cinta yang besar dan ikhlas dari keduanya. Bertahan bertahun-tahun hanya dengan saling mengabari lewat surel.
Ikut pesimis ketika ada yang melamar sang wanita. Lalu gimana dong lanjutannya? Baca bukunya aja ya.
Komentar
Posting Komentar